Postingan kali ini saya mau cerita pengalaman ketika memperpanjang SIM di Bandung. Pertengahan Desember 2016 lalu saya sempat bingung karena baru sadar ternyata masa aktif SIM C saya akan berakhir 3 minggu lagi yaitu pada 01/01/2017, sementara posisi saya sedang berada di luar kota (SIM diterbitkan di Garut dan saya tinggal di Bandung), karena setahu saya SIM tidak bisa diperpanjang di luar kota asal/penerbit. Dan menurut info dari teman katanya kalau terlambat diperpanjang meskipun satu hari maka SIM tersebut tidak bisa diperpanjang lagi, artinya harus mengajukan permohonan SIM baru dan melakukan test teori dan praktek lagi seperti ketika pertama kali membuat SIM. Tentu saja saya tidak mau hal itu terjadi karena lebih repot dan memerlukan banyak waktu.

Akhirnya saya memutuskan untuk menyempatkan pulang ke Garut dan itu artinya harus bolos kerja. Tapi sebelum itu saya searching dulu di internet siapa tahu bisa diperpanjang di Bandung dan ternyata memang ada beberapa tulisan yang mengatakan bahwa SIM bisa diperpanjang secara online, artinya tidak harus di tempat SIM itu diterbitkan. Kemudian pada hari Minggu 11/12/2016 saya datang ke card free day Dago dengan maksud untuk memperpanjang SIM di SIM keliling, namun sesampainya di sana ternyata pelayanan SIM keliling sudah tutup. Kata petugasnya pelayanan sudah tutup karena kehabisan formulir dari jam 09:30, sementara saya tiba di sana jam 10:00. Petugasnya menyarankan untuk datang minggu depan lebih pagi lagi. Saya juga menanyakan tentang perpanjangan SIM beda daerah dan kata petugasnya bisa asalkan belum habis masa aktifnya. Alhamdulillah akhirnya saya sedikit lega karena tidak harus ke Garut untuk mengurus perpanjangan SIM.

Seminggu kemudian tanggal 25/12/2016 seperti saran petugas jam 8 pagi saya datang lagi ke card free day Dago, tapi ketika sampai di sana tidak terlihat aktivitas card free day, jalan yang harusnya di tutup untuk kendaraan bermotor tapi pada saat itu dibuka. Saya tanya ke petugas parkir dan dia mengatakan bahwa hari itu memang tidak ada card free day karena bertepatan dengan libur natal dan dia ngasih tahu kalau mau memperpanjang SIM bisa di Giant Pasteur yang buka setiap hari termasuk hari Minggu. Kemudian saya langsung meluncur ke sana karena jaraknya tidak jauh, hanya beberapa menit dari Dago. Dan lagi-lagi sesampainya di sana saya harus menerima kenyataan pahit 😀 bahwa SIM outlet juga tutup ketika libur natal. Akhirnya saya pulang dengan tangan hampa, padahal hari itu adalah hari minggu terakhir di bulan Desember, artinya tidak ada kesempatan lagi untuk perpanjang SIM di hari Minggu. Oh iya bagi teman-teman yang akan memperpanjang SIM di sana, lokasinya ada di lantai bawah dekat parkiran motor.

Kemudian saya cari informasi SIM keliling di daerah Cimahi dekat tempat kerja yang beroperasi di hari kerja agar bisa ijin keluar ketika sedang bekerja. Dan yang paling dekat adalah di alun-alun Cimahi yang beroperasi setiap hari Kamis. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan tersebut, hari Kamis tanggal 29/12/2016 jam 08:00 saya sudah sampai di lokasi untuk mengambil nomor antrian karena pengambilan antrian sudah dibuka dari jam 07:00 meskipun pelayanan dimulai jam 09:00. Antrian dicatat oleh petugas parkir, kita hanya perlu mengingat urutan ke berapa dan kira-kira akan dipanggil jam berapa. Mobil SIM keliling baru tiba di lokasi jam 09:00, sambil menunggu petugas yang sedang mempersiapkan pelayanan saya menghampiri salah seorang polisi dan bertanya apakah SIM keliling tersebut bisa melayani perpanjangan SIM yang diterbitkan di luar kota Cimahi dan beliau menjawab tidak bisa. Kemudian saya diarahkan ke Giant Pasteur yang saya ceritakan di atas, katanya pusatnya di sana jadi bisa online.

Karena waktu sudah mepet tiga hari lagi masa aktif SIM akan habis, maka saat itu juga saya langsung berangkat ke Giant dan anda tahu apa yang dikatakan petugas SIM outlet Giant? Ternyata di sana pun tidak bisa, SIM outlet Giant hanya melayani perpanjangan SIM untuk area Bandung saja. Mendengar jawaban itu rasanya !@#$%^&*(). Kemudian saya disarankan lagi untuk datang langsung ke Polrestabes Bandung yang ada di jalan Jawa. Sudah hampir putus asa, dengan tanpa pikir panjang saya pun langsung meluncur ke sana dan Alhamdulillah kali ini saya mendapat jawaban yang diharapkan, di Polrestabes melayani perpanjangan SIM dari luar kota. Waktu itu saya tiba di polrestabes jam 12 lebih dan bagian pendaftaran sedang istirahat dari jam 12:00-13:00. Jadi saya harus menunggu sampai jam 13:00, sambil menunggu saya pergi ke masjid yang ada di dekat Polrestabes untuk sholat dzuhur dan mencari makan.


polrestabes-bandung
                    Gambar oleh http://polrestabes-bandung.or.id

Tibalah jam 13:00 saya pun pergi ke bagian pendaftaran dan di sana diminta surat keterangan sehat. Karena belum punya saya pun disuruh untuk melakukan test kesehatan terlebih dahulu di tempat yang sudah ditentukan yaitu di jalan Nias, tempatnya tidak jauh kurang lebih 2 menit kalau berjalan kaki dari polrestabes. Masuk ke gang kecil yang ada plang ‘PEMERIKSAAN KESEHATAN’ dan ‘Bimbel Tridaya’, posisi gang-nya ada di sebelah kanan kalau dari arah polrestabes. Kalau tidak tahu bisa ditanyakan kepada tukang parkir atau masyarakat sekitar.

Sebelum saya lanjutkan ceritanya, berikut ini hal-hal yang perlu anda siapkan ketika akan memperpanjang SIM :

  1. KTP Asli (diminta saat pendaftaran)
  2. Fotokopi KTP 1 lembar (akan diminta saat test kesekatan)
  3. Pulpen (dipakai untuk mengisi formulir)
  4. Uang sejumlah Rp. 145.000,- dengan rincian: test kesehatan 40.000, asuransi 30.000 dan pembayaran SIM 75.000 (harga bisa saja berubah)

Agar lebih mudah diingat, berikut ini urutan perpanjang SIM di Polrestabes Bandung :

  1. Test kesehatan. Di tempat test kesehatan ini tidak terlalu banyak orang, jadi tidak ada antrian dan saya bisa langsung masuk saat dokter sedang kosong tanpa menunggu panggilan. Saat test kesehatan saya diminta fotokopi KTP dan saya tidak punya. Tapi di sana ada tempat fotokopi, sepertinya memang disiapkan bagi pasien yang belum punya salinan KTP. Saya pun membuat salinannya terlebih dahulu sebanyak 3 lembar (untuk jaga-jaga), harganya 1.000/lbr lebih mahal dari biasanya. Proses kesehatan ini hanya memerlukan waktu beberapa menit, test nya meliputi cek tekanan darah dan test buta warna. Jika lulus anda akan menerima surat kesehatan dari dokter dan membayar uang sebesar Rp. 40.000,- test-kesehatan
           Gambar oleh http://mega-biro-jasa-bandung1.blogspot.co.id
  2. Setelah dapat surat kesehatan saya kembali lagi ke polrestabes dan menuju bagian pendaftaran dengan menyerahkan surat kesehatan, SIM dan KTP asli. Selanjutnya petugas akan menyatukan berkas-berkas tadi serta menambahkan berkas-berkas dari sana (saya lupa lagi isinya apa saja 😀 ) dan meminta saya untuk membuat asuransi dengan membawa berkas-berkas tersebut
  3. Bagian asuransi berada tepat di depan pendaftaran. Saya hanya menyerahkan berkas dan membayar uang sebesar Rp. 30.000,- setelah selesai berkas-berkas dikembalikan dan saya kembali lagi ke bagian pendaftaran
  4. Berkas sudah lengkap, bagian pendaftaran memberikan name tag dengan tali warna kuning (sebagai tanda peserta yang melakukan perpanjangan SIM) dan saya diminta  menunggu di tenda yang sudah disediakan untuk menunggu panggilan dari pihak bank Mandiri yang ada di sebelah pendaftaran untuk melakukan pembayaran img_20161229_131840
  5. Saya dipanggil dan melakukan pembayaran sebesar Rp. 75.000,- berikut ini adalah bukti pembayaran yang saya terima img_20161229_132431img_20161229_132534img_20161229_132540
  6. Setelah melakukan pembayaran kemudian ada petugas lain di depan tenda yang memberikan formulir untuk diisi. Tempat pengisian formulir ada di dalam ruangan sebelah tenda. Di sana banyak orang yang sedang melakukan pengisian formulir yang sama dan dijaga oleh satu orang petugas/polisi yang nantinya akan menandatangani formulir yang sudah kita isi sebelum diserahkan ke bagian foto. Dan di sana juga ada penjual pulpen bagi peserta yang lupa tidak membawa, harganya sedikit lebih mahal yaitu 3000/pcs
  7. Selanjutnya formulir yang sudah diisi langsung diserahkan ke bagian foto tanpa menunggu panggilan, di sana ada beberapa orang yang sedang antri untuk berfoto. Dan di sana disediakan cermin untuk rapi-rapi sebelum berfoto. Setelah berfoto saya diminta untuk tandatangan dan cap jari serta diminta untuk mengecek kembali data pribadi yang ditampilkan di layar komputer
  8. Proses permohonan SIM sudah selesai dan terakhir saya menunggu panggilan untuk pengambilan SIM baru. Tidak lama setelah berfoto, hanya beberapa menit saja saya dipanggil dan SIM baru pun sudah jadi. Waktu itu jam menunjukkan pukul 15:00, jadi proses pembuatan SIM tersebut kurang lebih memakan waktu selama 2 jam termasuk antri. Saat antri agar tidak boring saya menyaksikan orang-orang yang sedang melakukan test menggunakan kendaraan (bagi pemohon SIM baru), berikut gambarnya img_20161229_114813

Dan ini gambar knalpot motor yang kena rajia dan dijadikan bentuk seperti kerucut, mungkin ada knalpot anda juga di sana 😀 😀 img_20161229_115123

Demikian cerita pengalaman saya ketika melakukan perpanjangan SIM di luar kota asal/penerbit, semoga bermanfaat